Ada 4 (empat) ciri utama humas yang disebut
sebagai karakteristik humas, diantaranya yaitu:
1. Adanya Upaya Komunikasi
yang Bersifat Dua Arah
Hakekat humas adalah komunkasi. Namun tidak semua komunikasi dikatakan
humas. Komunikasi yang menjadi ciri kehumasan adalah komunikasi dua arah yang
memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik.
2. Sifatnya yang Terencana
Sifat humas yang terencana mengandung pengertian bahwa kerja/aktivitas
humas merupakan kerja/aktivitas yang berkesinambungan, memiliki metode
terintegrasi dengan bagian lain dan hasilnya tangible (nyata). Syarat
terencana dan berkesinambungan ini merupakan salah satu syarat yang dinilai
dalam kompetisi tertinggi program PR internasional,
yakni Golden World Award For Excellence in PR (GWA).
3. Berorientasi pada
Organisasi/Lembaga
Dengan mencermati orientasi tersebut, maka syarat mutlak dalam kerja humas
adalah pemahaman yang tinggi terhadap visi, misi, dan budaya
organisasi/lembaga. Visi, misi, dan budaya organisasi/lembaga inilah yang
menjadi materi utama humas, sehingga dapat mencapai tujuan humas dan mendukung
tujuan manajemen lainnya, termasuk tujuan marketing.
4. Sasarannya adalah Publik
Yaitu suatu kelompok dalam masyarakat yang memiliki karakteristik
kepentingan yang sama. Jadi sasaran humas bukanlah perorangan, hal ini perlu
disampaikan sebab masih ada orang yang mengistilahkan PR sebagai personal
Relation.
Latar
Belakang Konsep Humas
Ada dua
konsep besar yang menjadi latar belakang berkembangnya Public Relations, yakni
dalam tinjauan bisnis suatu perusahaan yang meliputi:
a. Konsep tradisional dari
suatu bisnis
b. Konsep modern dari suatu
bisnis
Kedua konsep tersebut, pada setiap konsepnya
dapat diklasifikasikan melalui bagan berikut ini:
KONSEP TRADISIONAL DARI
SUATU BISNIS
|
KONSEP MODERN DARI SUATU
BISNIS
|
§ TERTUTUP
§ TERBATAS
§ EKSTERNAL
|
§ TERBUKA
§ TERSEBAR LUAS
§ INTERNAL/EKSTERNAL
|
1. Konsep Tradisional
Tertutup
Dalam konsep tradisonal dari suatu bisnis yang sifatnya tertutup,
seseorang/perusahaan/lembaga/organisasi selalu menutupi peristiwa yang
menimpanya, jika peristiwa tersebut dianggap sebagai peristiwa yang buruk atau
yang bersifat negative.
Pada masa itu tidak terpikirkan bahwa hal yang ditutup-tutpi cepat atau
lambat akan terbongkar juga dan akan diketahui oleh masyarakat luas.
Orang/perusahaan/lembaga kurang memperhitungkan proses komunikasi yang timbul
dalam masyarakat.
2. Konsep Tradisional
Terbatas
Dalam konsep tradisonal dari suatu bisnis yang sifatnya terbatas, ditandai
dengan keterbatasan dalam hal memasarkan produk atau jasa. Dalam hal ini
orang/perusahaan/lembaga jika membuka perusahaan, walaupun diperhitungkan
dengan pasarannya, tetapi hasil produksinya hanya disesuaikan dengan kebutuhan
daerahnya saja.
3. Konsep Tradisional
Eksternal
Public relations di masa ini konsepnya mengarah pada kegiatan yang sifatnya
ekstenal, atau dengan kata lain orientasi kegiatan public relations adalah
hanya untuk masyarakat di luar organisasi/perusahaan saja.
4. Konsep Modern Terbuka
Dalam konsep modern dari suatu bisnis, orang/perusahaan/lembaga pada
umumnya sudah menyadari pentingnya informasi yang diberikan kepada masyarakat
secara benar, jelas, terbuka, jujur dalam arti sesuai dengan faktanya. Hal ini
dimaksudkan agar public dapat mengetahui secara jelas tentang kegiatan dan
kejadian yang menimpa seseorang/perusahaan/lembaga secara apa adanya.
5. Konsep Modern Tersebar
Luas
Dalam konsep modern, orang/perusahaan/lembaga membuka perusahaan diusahakan
agar barang-barang yang diproduksinya dipasarkan dengan memperhitungkan segala
sesuatu yang tidak saja dipasarkan di daerahnya saja tetapi juga melakukan
penyebaran pemasaran ke luar daerah. Jadi diperhitungkan bagaimana agar barang
dan jasa sebagai sumber usahanya tersebut dapat tersebar luas sehingga
masyarakat yang tadinya tidak menganal akan mengenal.
6. Konsep Modern Internal dan
Eksternal
Pada konsep
modern, aplikasi public relations diarahkan pada dua sasaran public yakni
public internal dan eksternal. Oleh karena itu, jika ada permasalahan yang
berkaitan dengan bawahan dimana semua ini menyangkut masalah public internal,
maka tugas PRO adalah harus dapat mempertemukan kedua
keinginan/motivasi/kebutuhan dari setiap kelompok dimana kedua macam public
tersebut tentu saja mempunyai keinginan yang satu sama lain belum tentu sama.
Dengan kata lain, pada konsep ini, pr harus bisa menjadi penghubung dari public
internal dan eksternal.
Komentar