Jumlah angka pengangguran di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Peningkatan angka pengangguran tersebut selalu dikaitkan dengan sekolah (lembaga pendidikan) selaku lembaga yang memproduk calon-calon tenaga kerja tersebut. Para pengelola Sekolah (Kepala Sekolah, guru) menjadi sorotan semua pihak baik itu pengamat pendidikan, politisi, bahkan pemerintah sendiri karena dianggap tidak dapat menghasilkan tamatan-tamatan yang berkualitas. Pengangguran ini terjadi karena lapangan pekerjaan yang tersedia tidak mampu menampung jumlah angkatan kerja yang ada, atau dengan kata lain laju pertambahan tenaga kerja tidak sebanding dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan. Menurut BPS (2007), satu di antara 10 angkatan kerja kini berstatus penganggur. Padahal menurut penelitian, setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen hanya mampu menciptakan sebanyak sekitar 265.000 lapangan kerja baru. Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkisar antara 6 persen, maka hanya tersedia sebanyak sekitar 1.590.00...
Komentar